Analisis Semantik Kata Rizq Karim dalam Al-Qur'an

Penulis

  • Ahmad Qhodiri Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Bashori Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.71349/rahmad.v3i2.45

Kata Kunci:

Semantik, Rizq Karim, Al-Qur’an

Abstrak

Artikel ini mengkaji makna semantik frasa rizq karīm dalam Al-Qur’an melalui pendekatan kualitatif dan metode analisis semantik. Istilah rizq karīm merupakan salah satu ekspresi linguistik yang memuat nilai-nilai teologis dan moral dalam Al-Qur’an, dan ditemukan dalam enam ayat yang tersebar di beberapa surah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kedalaman makna leksikal dan kontekstual dari frasa tersebut, serta mengidentifikasi siapa saja yang menurut Al-Qur’an layak menerima rezeki yang mulia itu. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung rizq karīm, ditunjang dengan rujukan dari kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer serta literatur linguistik Arab. Hasil analisis menunjukkan bahwa rizq karīm mencakup rezeki dalam bentuk material maupun spiritual, duniawi maupun ukhrawi, yang diberikan kepada mereka yang beriman, beramal saleh, berhijrah, berjihad, dan menunjukkan ketakwaan serta akhlak mulia. Para mufassir seperti al-Ṭabarī, Ibn ‘Āsyūr, dan al-Ṭabāṭabā’ī menafsirkan rizq karīm sebagai surga, sedangkan mufassir lain seperti al-Ālūsī dan al-Ṭabrisī memaknainya sebagai rezeki yang agung, berkualitas, dan menyenangkan. Quraish Shihab memberikan tafsiran yang lebih luas dengan menekankan bahwa karīm berarti segala sesuatu yang terbaik sesuai objeknya, dan bahwa rizq karīm mencakup seluruh bentuk nikmat Ilahi yang sempurna dan memuaskan. Penelitian ini menegaskan pentingnya kajian semantik dalam mengungkap makna multidimensional dari istilah-istilah Al-Qur’an.

 

Abstract

This article examines the semantic meaning of the phrase rizq karīm in the Qur'an using a qualitative approach and semantic analysis method. The term rizq karīm is a linguistic expression that carries theological and moral values in the Qur'an and appears in six verses across various surahs. This study aims to explore the lexical and contextual depth of this phrase and to identify those who, according to the Qur'an, are entitled to receive this noble provision. Data were collected through library research on Qur’anic verses containing rizq karīm, supported by references from classical and contemporary tafsir works as well as Arabic linguistic literature. The findings reveal that rizq karīm encompasses both material and spiritual provisions, covering worldly and hereafter rewards, granted to those who have faith, perform righteous deeds, migrate for God’s cause, strive in His path, and uphold piety and noble character. Exegetes such as al-Ṭabarī, Ibn ‘Āshūr, and al-Ṭabāṭabā’ī interpret rizq karīm as paradise the ultimate and eternal form of provision while others like al-Ālūsī and al-Ṭabrisī describe it as an exalted, high-quality, and pleasing form of sustenance. Quraish Shihab offers a broader interpretation, emphasizing that karīm denotes the best quality according to its object, and that rizq karīm includes all forms of divine blessings that are perfect and satisfying. This study underscores the importance of semantic analysis in uncovering the multidimensional meanings of Qur’anic terminology.

 

Referensi

Al-Alusi, Syihab al-Din Mahmud al-Husaini. Ruh al-Ma‘ani fi Tafsir al-Qur’an al-‘Azim wa al-Sab‘i al-Masani, Juz 10. Beirut: Dar al-Kutb al-‘Ilmiyyah, 1415 H.

Al-Aṣhfihānī, al-Rāghib. Mufradāt Alfāẓ al-Qur’ān. Beirut: Dār al-Ma‘rifah, 2005.

Al-Baqi, Muhammad Fuad ‘Abd, al-Mu’jam al-Mufahras li alfaz al-Qur’an al-Karim. Kairo: Dâr al-Hadîts/Dâr al-Kutub al-Meshriyyah, 1364 H.

Al-Khurâsânî, Muhammad Wâ’izh Zâdah Dkk. Al-Mu’jam fî Fiqh Lughat al-Qur`an wa Sirr Balâghatih. Juz 24. Pakistan: Majma’ al-Buhûts al-Islâmiyah, 1429 H.

Fatimah, Elsa. “Rezeki Perspektif Al-Qur’an Studi Komparatif Antara Tafsir Al-Kasyaf dengan Tafsir Ibn Katsīr.” Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur’an dan Hadits 1, no. 2 22 Februari 2023: 144. https://doi.org/10.35931/am.v1i2.1476.

Kementerian Agama Republik Indonesia. al-Qur’anulKarim. Jakarta: PT Al-Qosbah Karya Indonesia, 2021.

Manzhūr, Ibn. Lisān al-‘Arab. Juz 12. Beirut: Dār Ṣādir, 1990.

Ngaji Bareng. Quraish Shihab dan Gus Baha, Universitas Islam Indonesia, https://www.youtube.com/live/9C5w3pBy8B0?si=uzGBO6d9CX0AM7um, diakses pada 11 Juni 2025.

Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur`an. Jakarta: Lentera Hati, 2002.

Syafiq, Muhammad Azryan, dan Akhmad Dasuki. “Konsep Rezeki Dalam Al-Qur’an Perspektif Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah.” Journal for Islamic Studies 6, no. 1(2023.

Waqqosh, Abi. “Konsep Al-Rizq Perspektif Al-Qur’an.” Mubeza 11, no. 1 30 Januari 2022: 63–70. https://doi.org/10.54604/mbz.v11i1.58.

Unduhan

Diterbitkan

11-12-2025

Cara Mengutip

Qhodiri, A., & Bashori. (2025). Analisis Semantik Kata Rizq Karim dalam Al-Qur’an. Rahmad : Jurnal Studi Islam Dan Ilmu Al-Qur’an , 3(2), 96–103. https://doi.org/10.71349/rahmad.v3i2.45

Terbitan

Bagian

Artikel